Aku tertegun saat memperhatikan kejadian tadi, seorang anak yang tanpa rasa kasih membiarkan ibunya menjalani seluruh rasa sakit yang dideritanya sendiri...
Ya sendiri ...
Anak-anaknya sibuk dengan urusan masing-masing ....
Hanya sedikit waktu yang dapat mereka berikan untuk sang ibu yg sedang memerangi rasa sakit .........
Dapatkah kita bayangkan seandainya kita yang mengalami nasib spt ibu itu?
Yang semestinya mendapatkan kasih sayang dari anak-anak agar rasa sakit yang dideritanya berkurang , malah mendapatkan sikap acuh ?
Apa yang salah dari pelajaran cinta kasih yang telah ibu tsb berikan kepada anak-anak mereka ?
Mestinya pelajaran cinta kasih yang dicontohkan seorang ibu kepada anak-anaknya akan menjadikan pribadi anak-anak yang penuh dengan cinta kasih
Mestinya pelajaran cinta yang teruari menjadi perbuatan adalah hal terbaik yang bisa diberikan seorang ibu untuk anak-anaknya
Karena saat cinta itu terurai menjadi perbuatan,
akan bersemi dalam hati ...terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...
Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata...
Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan.
Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.
Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini,
bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat,
bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Rahasia dari sebuah hubungan keluarga yang sukses bertahan dalam waktu yang lama adalah karena adanya pembuktian cinta yang terus menerus dari orang tua kepada anak-anaknya,
shg anak-anak akan mengembalikan cinta kasih yang mereka terima dengan tulus.... kepada orang tuanya
Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti.
Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.
Sang ibu harus terus menerus memberi cinta tanpa henti saat mereka menerima anugerah terindah dari Allah
Sang ibu akan terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti untuk anak-anak mereka
Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka kenakalan anak-anak kita yang semakin membengkak dalam masyarakat kita.
Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja?
Bukankah hidup ini hanya sekali saja?
Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."
Terutama untuk anak-anak kita
Sehingga saat kita menua nanti anak-anak kita akan memberikan cinta yang tiada henti untuk kedua orang tuanya
Karena baik buruknya anak-anak kita dimasa yang akan datang adalah tanggung jawab kita sebagai seorang ibu ...
Karena ibu adalah wadah pembelajaran hidup untuk anak-anak mereka ...
.........................
dedicated for all cildren in this word













